Status Gunung Berapi di Indonesia
Selamat Datang
  |  

Yusri Chanif NazarudinVictoria Concordia Crescit


Status Gunung Berapi di Indonesia

Kategori: Lingkungan - Dibaca: 292 kali | Komentar: 0

Selasa, 26 November 2013 - 20:15:27 WIB

Indonesia merupakan wilayah yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pasific Ring of Fire), Karena wilayah Indonesia terletak di sepanjang pertemuan lempeng Indo-Australia dengan Eurasia (Sumatera - NusaTenggara) dan juga dengan Lempeng Pasifik (Papua). Subduksi antara dua lempeng menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi dan parit samudra. Demikian pula subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan gunung berapi. Gunung api adalah tumpukan material yang menumpuk di permukaan bumi akibat dari adanya letusan yang keluar dari sebuah kepundan/lubang tempat keluarnya batuan cair (magma) dan gas ke permukaan bumi atau tempat munculnya leleran/rempah lepas yang berasal dari bagian dalam bumi.

Jumlah gunung api Indonesia mencapai 129 atau setara 13% dari jumlah gunung api yang ada di dunia. Tidak semua gunung api Indonesia pernah meletus, namun berdasarkan kenampakan kriteria dapat didefinisikan (kenampakan permukaan, jenis batuan penyusun, dsb) bisa dikatakan sebagai gunung api. Gunung api Indonesia memiliki 3 tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C.

Gunung api tipe A adalah gunung api yang pernah meletus atau meningkat kegiatannya sejak tahun 1.600 sampai sekarang. Tahun 1.600 dibuat sebagai patokan mungkin karena saat itu para naturalis dari Belanda melakukan pencatatan. Tipe A ini sebanyak 78 gunung.

Gunung api tipe B, tidak memiliki sejarah letusan sejak tahun 1.600 atau sebelumnya, tetapi terdapat lubang bekas letusan (kawah yang tidak aktif) di kawah atau puncaknya. Tipe B ada 30 gunung.

Gunung api tipe C adalah tipe gunung api yang hanya memiliki manifestasi panas bumi (solfatara, fumarola) dipermukaannya, tetapi tidak memiliki sejarah letusan sejak tahun 1.600 atau sebelumnya maupun lobang letusan di puncak/tubuhnya. Tipe ini sebanyak 21 gunung. Gunung api Indonesia juga terkenal dengan keganasan letusannya seperti gunung krakatau, gunung tambora dan gunung toba satu-satunya supervolcano yang ada di Indonesia.

Berikut ini penjelasan mengenai level/tingkat status gunung api berdasarkan pedoman dari PVMBG.

  1. Level I Nomal, kondisi dimana gunung api dalam keadaan normal, tidak ada aktifitas magma. Pada level ini, kegiatan berjalan normal namun bagi para pihak terkait dan peneliti sangat diharapkan agar melakukan penelitian menyeluruh tentang gunung api tersebut dan PGA terus melakukan pengamatan 24 jam x 7 hari.
  2. Level II Waspada, ada aktifitas di atas normal seperti adanya gempa vulkanik dan peningkatan suhu. Pada tahap ini, masyarakat, para wisatawan, mahasiswa pecinta alam diharapkan tidak mendekati kawah gunung api namun masyarakat tidak perlu mengungsi dan melakukan aktifitas secara normal. Pihak berwenang harus melakukan penilaian bahaya secara menyeluruh seperti melakukan pengecekan data yang diterima di pos pengamatan, melihat apakah ada kecendrungan peningkataan frekwensi tremor/getaran/gempa vulkanik atau menurun.
  3. Level III Siaga, peningkatan aktifitas magma berupa gempa vulkanik yang makin sering dan cenderung mengarah ke letusan gunung api. Peningkatan aktifitas magma ini juga mulai teramati juga secara visual berupa keluarnya asap di puncak gunung api. Pada level III ini, Pihak terkait (pemerintah dan LSM), sudah bisa menyiapkan sarana darurat dan koordinasi antar lembaga harus dilakukan lebih intensif.
  4. Level IV Awas, terjadinya letusan kecil dan keluarnya asap di gunung api yang manandakan akan mendekati/menjelang letusan utama. Letusan utama dimungkinkan akan terjadi dalam waktu 24 Jam. Pada tahap ini, wilayah yang terancam letusan gunung api harus segera dikosongkan, artinya masyarakat harus segera mengungsi. Koordinasi dan piket penuh antar lembaga wajib dilakukan secara intensif.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi

http://www.bedanews.com/mengenal-gunung-api-indonesia-1

http://www.bedanews.com/mengapa-indonesia-kaya-gunung-api-

http://www.ibnurusydy.com/mengenal-status-dan-kawasan-rawan-bencana-seulawah-agam/

 

 


Facebook Twitter Google LinkedIn Pinterest



Terpopuler

AHMAD RIFALDI | Sabtu, 19 Oktober 2013
Cara Unik Mengisi Baterai HP (8539)
Renanda Ulfa | Selasa, 01 Oktober 2013
Berkenalan dengan Kincir Angin (5379)
Andreas | Minggu, 27 Oktober 2013
Sukses Bisnis Burung Berkicau (3367)
Ade Priyono | Kamis, 03 Oktober 2013
Energi Gelombang Air Laut (3076)
Ria Julianita | Rabu, 23 Oktober 2013
Angin sebagai Sumber Energi (2979)

Terbaru

Atep Afia Hidayat | Minggu, 14 September 2014
Kabupaten Cilangkahan (76)
InfoKotaKita | Selasa, 05 Agustus 2014
Margahayu (119)
InfoKotaKita | Selasa, 05 Agustus 2014
Margaasih (94)
InfoKotaKita | Selasa, 05 Agustus 2014
Dayeuhkolot (99)
InfoKotaKita | Selasa, 05 Agustus 2014
Cilengkrang (99)
 



Komentar Saya :



TEREKOMENDASI




Arsip pantona

ANGGOTA PANTONASHARE


© 2014 pantonashare.com | made by pantonasolution.com
Pantona Networks